Selasa, 02 November 2010

Untuk Seseorang Di Sana

Kutulis ini untuk seseorang di sana, yang tengah berusaha menggapai mimpinya. Seseorang yang pernah ku sayangi dan ku panggil 'kakak'...


Kakak,
aku nggak tau kenapa belakangan ini aku terus kepikiran kakak. Padahal aku hampir nggak pernah ngelakuin hal itu sejak aku memutus hubungan kita tanggal 26 Juli 2009 dulu. SMS terakhir dari kakak aku terima pas tanggal 9 Desember 2009. Kakak muncul hanya untuk beberapa menit, membuatku bermain dengan fantasiku sesaat lalu kembali terhempas pada realita yang tak ingin aku terima: bahwa kita bukanlah kakak-adik lagi.


Aku ingat isi SMS terakhir kakak saat itu:
"Sebenernya kakak kecewa sama kamu waktu kamu kirim message ke FB kakak waktu itu, tapi nggak apa-apa kok. Dek, mungkin ini SMS terakhir kakak ke kamu. Kamu baik-baik ya dek. Kakak minta maaf. Kakak sayang kamu..."
Dan itu sungguh jadi SMS terakhir karena setelah aku balas pun, kakak nggak membalasnya lagi. Selama hari itu hingga beberapa hari kemudian aku terus-terusan nangis, berharap kakak mau balas SMS-ku dan kita bisa jadi kakak-adik lagi. Tangisanku saat itu lebih berarah pada penyesalan karena kebodohanku yang memutuskan hubungan kita secara sepihak hanya karena emosi. Aku sangat menyesal. Dan meski ku tau penyesalan itu tak pernah berarti, hal itu masih kurasakan hingga saat ini.


Aku bersyukur Tuhan masih mengizinkan aku ketemu kakak tanggal 6 Maret 2010 lalu. Walau hanya sesaat dan kita tak terlibat pembicaraan apapun, tapi aku senang. Hujan pun kembali menyertai hari itu, sama seperti waktu aku pertama kali ketemu kakak di tanggal 7 Maret 2009.


Sejak saat itu hingga hari ini, aku nggak pernah ketemu kakak lagi. Aku cuma bisa tau kabar kakak lewat FB. Tapi aku nggak bisa kirim wall atau pesan apapun karena aku tau pacar kakak akan cemburu.
Sekarang kakak lagi ikut pendidikan militer kan? Untuk meraih apa yang kakak cita-citakan, jadi Angkatan Laut. Kakak tau nggak? Pacar kakak kangen banget sama kakak. Aku mau coba hibur tapi nggak tau gimana caranya. Maaf ya kak.


Dan sekarang kerinduan itu merayapi aku juga. Aku kangen banget sama kakak. Akhir-akhir ini aku selalu curhat tentang kakak sama boneka kucingku, namanya Bintang. Kadang sampai nangis. Mungkin karena aku masih belum bisa memaafkan kesalahanku sendiri dan aku nggak tau apa yang bisa aku lakukan untuk menebus rasa sesal itu.


Kakak, cepat pulang ya. Meski kita nggak akan jadi kakak-adik lagi pas kakak pulang nanti, tapi setidaknya pacar kakak nggak akan nangis karena kangen sama kakak lagi. Aku kasihan setiap baca status dan wall-nya untuk kakak. Makanya, kakak harus berusaha keras ya di sana. Jadi orang sukses, terus pulang dalam keadaan berpangkat. Pasti keren deh. Walau aku nggak bisa liat, tapi aku kan masih bisa berimajinasi. Heheee...


Semoga sukses kak. Baik-baik ya di sana. Aku turut berdoa untuk kakak.
Adek sayang kakak...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar