Jumat, 11 Februari 2011

I M A J I



Aku imaji.
Aku ada di tengah hingar, di sekitar bingar dan ramai.
Aku ada di sela riuh, berbaur mengadu sorak sorai.

Namun tak ada yang peduli.
Tak ada yang merasa aku berarti. Bahkan seperti lebih baik mati.

“Tidak! Mengapa begini? Hei, aku disini! Kemari! Ah, aku tak terima ini! Mengapa aku sendiri?” telah aku teriaki keramaian ini, namun tak jua ada yang menyadari.

Aku lelah, memberontak, meneriaki mereka agar tahu aku disini.
Tak berhenti.
Hingga baru ku sadari,
aku hanya imaji.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar