Jumat, 11 Februari 2011

I M A J I



Aku imaji.
Aku ada di tengah hingar, di sekitar bingar dan ramai.
Aku ada di sela riuh, berbaur mengadu sorak sorai.

Namun tak ada yang peduli.
Tak ada yang merasa aku berarti. Bahkan seperti lebih baik mati.

“Tidak! Mengapa begini? Hei, aku disini! Kemari! Ah, aku tak terima ini! Mengapa aku sendiri?” telah aku teriaki keramaian ini, namun tak jua ada yang menyadari.

Aku lelah, memberontak, meneriaki mereka agar tahu aku disini.
Tak berhenti.
Hingga baru ku sadari,
aku hanya imaji.

One of Sweet Memoria

7 Februari 2011 - 12 Februari 2011,
masa Ujian Praktek kelas XII SMAN 7 Bekasi...

Banyak dari anak-anak kelas XII yang sebenernya belum siap sama ujian praktek ini. But, ready or not, we have to face it :)

Hari pertama jadwalnya Fisika & Olahraga. Materi fisika ada titik berat, ayunan, pegas dan pengukuran pake jangka sorong. Gue dapet yang pegas. Sebenernya sih gampang, tapi gue aja yang nggak teliti. Heheee...
Terus olahraga materinya lari. Waktu gue 18:24. Hahahaaa... lama amat ya? Ya gitu deh. Gue kan nggak pernah lari. Hmm... pulang praktek, PM dari jam dua sampe jam setengah empat.
.
Di hari kedua, bener-bener bikin nyiksa. Praktenya Agama & Bahasa Jepang. Udah gitu materi agama buat cewek Shalat Istikharah, yang cowok Shalat Jenazah. Doanya kan panjang-panjang banget. Ditambah praktek Bahasa Jepang juga harus baca teks yang ada Hiragana, Katakana & Kanji. Terus diartiin! Mantap dah! Pulang praktek, PM sampe jam dua.

Hari ketiga, prakteknya Biologi & TIK. Yang paling eksotis tuh biologi, satu-satunya pelajaran yang materi ujiannya paling banyak. Kalo fisika emang ada 4, tapi kita cuma ngerjain satu, tergantung undian yang didapet. Kalo biologi mah kudu dikerjain semua! Hahaaa...
Materinya rangka, respirasi aerob - anaerob, organ dalam, enzim katalase & uji makanan. Dan setelah dapet hasilnyaaa... kelas gue cuma lulus 7 orang! Hahahaaa... eksotis banget kan? Alhamdulillah gue termasuk yang lulus. Pulang praktek, PM sampe jam setengah empat. Huff...

Hari keempat, prakteknya Bahasa Indonesia & Bahasa Inggris. Bahasa Indonesia tugasnya musikalisasi puisi. Gue sekelompok sama Jerry Stefan, Reza Rizkika, Ahmad Heri, Dwi Cahyo & Himawan. Hahaseeek... gue paling cantik dong! Ya iyalah, cewek sendiri. Hahahaaa...
Lumayan sukses hasilnya, meski nggak bagus-bagus banget sih. By the way, gue naksir berat sama lagu & puisi buatan kelompoknya I Made (Wira), Eka Sari, Zan Rike, Daniar, Krisna & Tatang. Kapan-kapan gue posting deh liriknya. Hmm... untuk Bahasa Inggris, tugasnya conversation. Gue berdua sama Victor, and the result is... not too bad!
Pulang praktek, kita PM sampe jam tiga. Terus kita masih harus ngetem di sekolah buat latihan drama, untuk praktek Seni Budaya, sampe jam setengah lima...

Hari kelima, praktek Kimia & Seni Budaya. Kimia lumayan gampang, soalnya gue dapet yang nyebur-nyeburin kertas lakmus. Terus habis itu praktek Seni Budaya deh! Gue sekelompok sama I Made (Wira), Krisna, Jerry, Reza Aprialdi, Didit, Rizky & Eka Sari. XII IPA 1 paling unik dong. Ada yang drama, dance, tari tradisional, main musik + nyanyi, ada juga yang ngejadiin alat-alat makan jadi alat musik. Seru!
Drama gue cukup sukses. Dan gue cukup seneng dapet kelompok bareng mereka. Oya, ada accident kecil nih pas drama. Jarinya Krisna ketusuk gunting. Padahal adegannya tuh dia nusuk Wira, eh nyatanya malah dia yang ketusuk. Konyol deh. Tapi kasian juga loh dia...

Hari keenam, prakteknya cuma Bahasa Sunda. Tapi bikin gugup juga. Mending pidato Bahasa Inggris deh daripada Bahasa Sunda! Hahaaa...

Gitu deh cerita selama ujian praktek ini. Gue posting ini tepat di hari terakhir ujian praktek. Gue rasaaa... berkat ujian praktek, anak IPA 1 jadi tambah deket, soalnya kan bareng-bareng terus dan ngerasain perasaan senasib mulu! Hahaaa....

Gimana dengan ujian kalian, Guys? Moga sukses juga yaa... :)
Love you,


Shabi...

Seharusnya Aku Lebih Peka

Seharusnya aku lebih peka. Tentang dia. Tentang segala hal di dirinya. Dia yang realistis, yang lebih menyenangi hal-hal nyata dibanding sesuatu yang bermakna...


Seharusnya aku lebih peka. Tak menilai segalanya hanya dari sudut pandang ku saja. Mungkin sesuatu itu ku suka, namun bukan berarti ia merasa demikian juga...


Seharusnya aku lebih peka. Agar sesuatu itu tak menjadi sia-sia. Agar dapat ku lihat senyum bahagia di wajahnya ketika ku berikan benda itu padanya. Bukan sekadar seulas senyum dan tatapan sederhana...


Namun terimakasih. Karna kau telah mengingatkan ku,
untuk lebih peka tentangmu...

B A H A G I A


Pernah ku rasakan sesuatu bernama bahagia.
Saat bersamanya, seperti ingin waktu terhenti untuk selamanya.
Agar ku tak miliki selain ia,
selain bahagia.

Aku pernah,
aku sedang,
aku akan,
aku ingin
merasakannya
dan tak pernah lepas darinya.